Friday, January 8, 2010

Studi Kasus (Studi Kelayakan Bisnis) -Proses Bisnis: Penerapan UCAS System Pada Perusahaan Komponen Filter Otomotif

Studi Kasus (Studi Kelayakan Bisnis) - Permasalahan Proses Bisnis Perusahaan:

 

Perusahaan ini mengimpor bahan baku (Plates)  dalam jumlah dan ukuran maksimum (secara dimensi produk untuk pengiriman)   dan mempercayakan pada perusahaan subkontraktor (sebagai pihak ketiga) untuk memotong pelat-pelat secara spesifik dengan menggunakan mesin pemotongan berteknologi high end, dimana perusahaan ini nantinya akan memprosesnya menjadi komponen produknya ..

 

Quality Control adalah salah satu prioritas perusahaan untuk produk akhir (end product), yang mengharuskan perusahaan dapat mengontrol kualitas dari komponen perakit sebuah produk akhir.

 

Manajemen memerlukan perhitungan biaya aktual dari komponen-komponen dan barang yang sudah jadi (finished goods) yang akan membantu mereka lebih kompetitif dalam persaingan pasar yang ketat.

 

Solusi Skenario Bisnis Perusahaan (Proses Bisnis) Yang Diberikan

Setelah menganalisa proses bisnis di perusahaan tersebut, UCAS System Solution mengerti bahwa perusahaan ini memerlukan suatu sistem dan prosedur untuk menangani  pembelian secara khusus. Kami memberikan solusi proses bisnis dengan membuat kelas spesial untuk pembeliannya (pembiayaan pembelian) yang digunakan untuk mengakomodasikan keperluan yang mencakup biaya material yang diimpor, bea impor, biaya pihak ketiga, dan lain sebagainya.

 

Sub Modul  Work Order To Production diinstalkan agar Quality Control dari departemen produksi, mendapat informasi jumlah produk dari produksi yang dikerjakan dan nomor kelompok (batch number) untuk hasil produksi komponen juga disimpan oleh sub modul ini.

 

Costing Supervisor mencatatkan nilai pembiayaan komponen dengan menggunakan sub modul Component Cost and Calculation. Perhitungan nilai biaya komponen ini mencakup biaya bahan mentah material/komponen yang  berdasarkan parameter dari kode master inventori.

 

Hasil Akhir:

Departemen pembelian dapat menspesifikasikan kebutuhan order pembelian bagi para Vendor (misalnya, meminta Vendor untuk mengirimkan bahan baku  yang diimpor secara langsung kepada pihak ketiga, memberikan ukuran pelat yang akan dipotong kepada perusahaan subkontraktor yang memberikan layanan pemotongan).

 

Tim produksi/QC dapat menelusuri kembali komponen yang cacat dalam kelompok produksi. Perusahaan dapat memaintain produk berkualitas tinggi dan profit dengan suatu pengendalian biaya yang ketat. 

 

No comments:

Post a Comment